DUA PULUH DUA

1621 Words

CANDY   Aku mencari keberadaan Dirga di lapangan basket. Meskipun sangat jengah dilempari pandangan aneh oleh beberapa anak yang memadati tribun dan lapangan, aku memberanikan diri bertanya pada salah satu dari mereka. “Dirga mana?” tanyaku, mencoba memberikan nada sesopan dan semanis mungkin. Kawan-kawan Dirga saling berpandangan. Ada pula yang berbisik-bisik keheranan. Barangkali mereka bingung mendengar nada manisku ini. Aku tak peduli. Sekali lagi, kutanyakan pertanyaan yang sama. “Halooo... Dirga mana? Kok nggak ada di sini?” Aku celingukan mencari keberadaan Dirga. Salah satu temannya berdeham setelah disikut teman-temannya yang lain. “Dirga nggak ikut turnamen.” Sebelah alisku terangkat bingung. “Nggak ikut? Sekarang dia di mana? Kalian tahu, nggak?” Mereka menggeleng. Cowok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD