DUA PULUH ENAM

1637 Words

DIRGA   Aula sekolah sudah dipadati oleh penonton. Beberapa penampilan dari teman-teman sudah dihadirkan di panggung. Anggota ekstrakulikuler lain pun menunjukkan kebolehan mereka. Ada dari grup pemandu sorak, dance, ilmu bela diri, band, penyanyi solo, dan sebagainya. Sebagai penutup, aku dan Nada diletakkan di barisan belakang. Di belakang panggung aku duduk menunggu giliran tampil. Suara tepuk tangan penonton riuh di depan sana. Aku berkutat dengan ponselku, berulang kali menghubungi nomor Candy dan tetap saja diabaikan. Tidak hanya aku, Nada tadi juga menghubunginya. Tidak ada yang mengangkat panggilan kami. Aku mendesah frustrasi. Jariku memijat pangkal hidung. Tidak jauh dari tempatku duduk, Nada mondar-mandir sembari memain-mainkan senar biolanya. Ia menengadah, memandang langit-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD