CANDY Dokter Diana mengontrol keadaanku dengan menelepon tiap jam. Dia menyarankanku untuk sering menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas. Tapi aku tidak tahu aktivitas seperti apa yang dimaksudnya. Dia bilang untuk beberapa hari nanti, dia akan kembali ke Paris untuk menangani pasiennya di sana—sebab dia masih dibutuhkan oleh rumah sakit tempatnya bekerja. Dokter Diana datang kemari pun hanya untuk memeriksa keadaan rumah Mama yang lama ditinggal penghuninya. Aku tidak keberatan jika dia pergi. Dia memiliki aktivitas. Dan aku tidak mau menjadi alasan aktivitasnya terhambat. Lagipula aku yakin akan baik-baik saja. Aku tidak akan kenapa-kenapa karena akhir-akhir ini aku sudah dapat mengendalikan emosiku. Aku tidak akan membiarkan pikiranku diracuni oleh ilusi-ilusiku sendiri. Sebisa

