CANDY “What?” aku berteriak. Mataku mendelik ke arah Rafa yang masih menatap cewek di depannya. “Hah? Ini? Cewek baru kamu?” Si cewek menelisik penampilanku dari puncak kepala sampai ujung sepatu. “Anak SMA? Selera kamu anak SMA? Ya ampun, Raf! Mana model anak SMA yang cupu kayak begini, lagi. Harga diri kamu di mana? Ngotak dong kalau cari cewek! Masa abis pacaran sama aku, level kamu jadi turun drastis kayak gini?” Apa yang dikatakannya ini?! Dahiku mengernyit tak suka. Kurang ajar sekali dia menghinaku. Dia tidak pernah tahu betapa menyakitkannya pukulanku ini. Pukulan yang sering kuhantam pada wajah cowok-cowok kurang ajar di SMA! Aku menyingsing lengan seragam. “Apa lo bilang?” tanyaku, maju lebih ke depan. Di belakang sana, Rafa mengusap wajah frustrasi. “Lo sadar nggak ngehin

