12

1022 Words
Dio berhenti di sebuah apartemen. Farah yang memang sudah pasrah dengan hidupnya hanya mengikuti kemana langkah Dio membawanya. Kalau hari ini pun Farah mati, Farah sudah siap dengan segala kemungkinannya. "Ini apartemen sepupu gue. Lo bisa tinggal di sini sampai semua masalah lo selesai," " Permasalahan akan selesai kalau gua mati. Paham kan lo?"  Dio menegaskan wajahnya. Mendengar kata mati dari perempuan di depannya terasa sangat mengerikan untuknya. " Gue gak akan biarin lo mati. Lo itu pantas bahagia, pantas mendapat yang lebih." " Gue udah gak suci!" " Udah makin dingin udara di luar. Kayanya kepala lo itu kejeduk pembatas jembatan tadi jadi tambah ngelantur." Dio menarik paksa tangan Farah. Dio menekan cepat tombol lantai 12 di lift. Dio mengetuk pintu di depannya tidak sabar. " Kemana si Agnes. Kalau dicari gak ada," Gerutu Dio sambil menggegam erat tangan Farah agar dia tidak melarikan diri. bunyi kunci dibuka terdengar. Agnes dengan kacamata di hidungnya dan rambutnya yang setengah acak-acakan membelalak kaget melihat Dio di depannya. " Mau ngapain lo?" tanya Agnes di depan pintu. Agnes melirik ke arah Farah dan melihat lagi ke arah Dio. Matanya mempertanyakan siapa wanita di belakang Dio, pasti Agnes berpikir kalau Farah adalah pacar Dio. Dio mendorong pintu lebih lebar, "Gua bakal ceritain di dalam. Sekarang gua mau masuk dulu." Agnes yang tidak bisa berkata-kata hanya membiarkan Dio masuk ke dalam rumahnya. Dio melepaskan genggaman tangannya dan menyuruh Farah untuk duduk di sofa. Dio mengambil sebatang rokok di belakang celananya dan menyalakannya. " Heh! Gua kan udah bilang, lo gak boleh merokok di kamar gue!" Teriak Agnes histeris. Namun yang namanya Dio itu kupingnya tebal. Bagaikan angin lalu peringatan Agnes. " Nes, gua nitip Farah ya." " Hah? Nitip?" Tanya Agnes heran. "I ya, biar dia tinggal di sini dulu satu minggu. Nanti, gua akan ke sini setiap malam. Bawain dia makanan dan beberapa bajunya." "E mang dia gak punya tempat tinggal?" Tanya Agnes ingin tahu. " Dia punya. Tapi, sekarang keadaan lagi gak sehat. Lagian lu kan sendirian di sini. Apa susahnya si numpangin 1 orang?" " Gua kan kuliah." Bela Agnes. " Ya gua juga tahu. Farah gak akan ganggu kuliah lo. Biar aja di sini dia istirahat, tidur. Dia gak akan ganggu kuliah, aktifitas, dan lain-lainnya yang biasa lo lakukan." " Terus kalau dia di sini. Gua dapat apa?" " Selalu lo minta imbalan," Dio menghembuskan asap rokok dan mematikannya dengan menekannya ke kaca. " Lo bakal dapat uang dari gua. Deal?" " Nah gitu dong. Kan jadi kaya simbiosis mutualisme nih menguntungkan." Agnes tersenyum. " Kenalin gua Agnes. Gua saudaranya Dio. Kalau lo?" " Nama gua Farah." Jawab Farah singkat. " Kayanya teman lo butuh mandi dan makan deh." " Gua juga butuh makan." Agnes mendecakan lidahnya, dia sudah hafal betul dengan kebiasaan buruk Dio. Agnes membuka lemari makannya. " Semua isi lemari gua Indomie nih." " Lo setiap hari makan indomie?" " Ya begitulah supaya tetap bisa hidup high end!" " Gila lo. Sebelum wisuda udah mati." " Heh! Kalau ngomong sembarangan banget si mulut lo. Cepetan deh mau mie rebus atau mie goreng?" " Mie goreng aja dua. Telor 1/2 matang ya." " Baiklah Tuan, Tuan kira ini warkop." Gumam Agnes sebal. Dio menyentuh tangan Farah. " Lo akan baik-baik saja di sini. Jangan kemana-mana ya. Kalau butuh apa-apa lo tinggal bilang Agnes." " Ya jangan malu-malu. Kaya Dio aja tuh gak tahu malu," Celetuk Agnes. " Makasih ya, Yo. Harusnya sekarang gua udha di akhirat kalau lo gak selamatin gua tadi." Dio mencium kening Farah. " Gua gak akan membiarkan hal itu terjadi." Don't hold your breath Like I'm not scared Like I want you to trust me Don't waste your time 'Cause you're not mine I wish that you could touch meDon't know where to go Don't know where to go You should know that I adore you, no Don't know if I should Don't know if I could Darlin', you should know that I adore youBut I was careless, and you were broken You were ready, but I'm unspoken, I'm unspoken You're amazing And you shine a light on me And you were ready, but I'm unspoken, I'm unspokenCome back to mine Speak our minds I don't want any secretsDon't know if I should Don't know if I could Aaron Smith - Unspoken Love *** Agnes memberikan selimut, bantal, dan guling untuk Farah tidur di ruang tamu. Sebenarnya kasur Agnes bisa saja untuk berdua. Tapi, Farah tidak mau. Dia lebih memilih untuk tidur di ruang tamu. Farah terus gusar dan tidak bisa tidur. Farah membuka sedikit celah jendela agar angin malam masuk ke dalam ruangan. Farah menempelkan dahinya pada kaca, ia memperhatikan lampu kota yang masih aktif menyala di kegelapan malam. Pikirannya mengelana apakah masih ada yang mencintainya dengan keadaannya seperti sekarang. Farah memejamkan matanya, mencoba merasakan angin malam menyapu wajahnya yang tirus. "Jika Tuhan mencintaiku, berikan aku orang yang benar-benar mencintaiku. Aku lelah.." Desperate.. Desperate.. You're reachin' out,And no one hears your cry. You're freakin' out again'Cause all your fears remind you.Another dream has come undone. You feel so small and lostLike you're the only one. You wanna scream,'Cause you're desperate. You want somebody, just anybody To lay their hands on your soul tonight. You want a reason to keep believin 'That some day you're gonna see the light... You're in the dark; There's no one left to call. And sleep's you're only friend But even sleep can't hide you From all those tears and all the pain And all the days you wasted pushin' them away. It's your life; it's time you face it. You want somebody, just anybody To lay their hands on your soul tonight. You want a reason to keep believin 'That some day you're gonna see the light... 'Cause you're desperate, desperate. 'Cause you're desperate now... You know the things have gotta change. You can't go back, you find a way. And day by day, you start to come alive. You want somebody, just anybody To bring some peace to your soul tonight. You want a reason to keep believin'That some day you're gonna see the light Desperate - David Archuletta
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD