Bab 66

1311 Words

Keesokan harinya. Brak “Naufal!” panggil seseorang sembari membuka pintu ruangan Naufal dengan kasar Naufal melebarkan matanya melihat siapa yang membuka pintu ruangannya barusan. “Nggak bisa lebih sopan, ha?” “Sorry!” Zaki tersenyum lalu duduk di kursi yang langsung berhadapan dengan Naufal. Naufal menatap ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Masih menunjukkan pukul sembilan pagi tapi Zaki sudah berada di kantornya. “Apa di kantormu tidak memiliki jam?” ujar Naufal dengan sinis “Sudah pasti aku memilikinya. Bahkan sekarang aku sedang memakai jam tangan.” “Tapi kenapa tidak bisa melihat jam!?” “Huhh..” Zaki menghela nafas kasar. Ia tahu apa yang dimaksud Naufal. “Ayolah.. sebentar saja! Aku membutuhkan waktumu.” ujar Zaki sembari memohon. “Aku tidak mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD