Bab 67

1521 Words

“Enghh..” lenguh Cahaya Cahaya mengucek matanya. Ia baru saja terbangun. Cahaya menatap ke arah jam yang menempel di dinding kamarnya. Menunjukkan pukul satu dini hari. “Masih jam satu ternyata.” gumamnya dengan suara serak Kruk.. kruk.. Cahaya memegang perutnya yang tiba-tiba berbunyi. Semenjak hamil ia sering terbangun di malam hari karena perutnya terasa lapar. Ia melihat ke samping ketika mendengar suara dengkuran dari sang suami. “Nyenyak banget tidurnya.” gumam Cahaya Cahaya ingin membangunkan suaminya namun tidak tega. Wajah Naufal terlihat begitu lelah karena seharian bekerja. Ingin membuat makanan namun ia malas beranjak dari tempat tidur. “Bangunin nggak, ya?” gumam Cahaya Setelah beberapa menit berpikir akhirnya Cahaya memberanikan diri membangunkan Naufal. Ia menggoy

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD