Beberapa hari kemudian. Sudah hampir satu minggu Naufal berada di Negara Switzerland, namun selama itu ia belum bisa meluluhkan hati istrinya. Cahaya masih menjauh, bahkan enggan untuk melihat wajahnya. Karena keberadaan Naufal membuat Cahaya jarang keluar rumah jika tidak ada hal-hal tertentu. “Hmm.. harus sekali.” gumam Naufal sembari tersenyum manis Anak buahnya saling menatap ketika melihat sikap Naufal terlihat aneh di matanya. “Bos Naufal untuk apa membeli bunga itu?” tanya salah satu dari mereka “Kamu pikir saya kesini untuk apa, ha?” “Menjemput Bu Cahaya.” “Itu tahu, kenapa masih tanya!” Seketika ia langsung menutup bibirnya rapat. Mereka menahan tawa melihat sikap Naufal. Laki-laki itu terlihat seperti anak remaja yang baru merasakan jatuh cinta. Selama ini mereka me

