Naufal berjalan cepat memasuki lobby perusahaan sembari menggendong Cahaya. “Doctor!” teriaknya “Doc, help my wife!” Naufal berteriak tidak peduli dengan orang sekitar yang menatapnya aneh. Ia panik karena sepanjang perjalanan Cahaya menahan rasa sakit. “Kak, jangan teriak-teriak, Cahaya nggak papa kok.” “Lebih baik kamu diam, Cahaya. Aku takut terjadi sesuatu dengan kamu dan calon buah hati kita.” Beberapa orang suster berlarian menghampiri Naufal dan Cahaya. Mereka mendorong brankar dan Naufal langsung membaringkan istrinya ke atas brankar tersebut. “Sister, my wife’s stomach hurts she is pregnant.” “Yes, sir! We and the doctor will handle it immediately.” Beberapa orang suster itu mendorong brankar Cahaya menuju ruang periksa agar segera mendapat penanganan medis. Selama di

