Bab 99

1294 Words

Pagi harinya “Enghh..” lenguh Cahaya Mata Cahaya mengerjap pelan pertanda ia mulai bangun dari tidurnya. Ia menoleh ke samping dan hanya kekosongan yang dilihat. “Di mana Mas Naufal?” batinnya berucap “Mas!” panggil Cahaya dengan suara serak “—“ “Mas Naufal!” “—“ “Huhh.. di mana Mas Naufal?” gumamnya Karena tidak kunjung mendapat jawaban Cahaya memilih bangun. Karena kejadian semalam membuat tubuhnya sakit-sakit, bahkan banyak kemerahan di anggota tubuhnya. “Sshh..” ringisnya “Awss.. sakit!” Cahaya meringis kesakitan karena tubuhnya terasa sakit-sakit. Naufal benar-benar membuatnya tidak bisa berjalan. “Awhh.. Mas Naufal benar-benar melakukannya. Kalau seperti ini bagaimana aku berjalan?” Ceklek Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Cahaya. Terlihatlah Naufal mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD