Bab 98

1608 Words

“Pulang sana!” ujar Naufal dengan sinis “Tapi, Pak…” “Apa lagi?” Naufal semakin kesal karena sekretarisnya tidak kunjung pulang. Ia ingin segera melanjutkan aktivitasnya bersama sang istri. Karena kedatangan sekretarisnya membuat Kirana mengganggu malamnya. Sekretaris Naufal menggaruk hidungnya yang tidak gatal. Ia takut sekaligus merasa heran dengan sikap atasannya tersebut. Tanpa suruhan Naufal ia tidak akan datang ke rumahnya malam-malam seperti ini. Lebih baik ia tidur di kamar menikmati dinginnya malam. “Saya langsung pulang, Pak?” padahal ia berniat duduk lebih lama sembari menikmati kopi yang disuguhkan padanya. “Apa perkataan saya barusan belum jelas?” “Jelas, Pak.” “Ya sudah, tunggu apa lagi? Apa perlu saya antar sampai depan rumah?” Ia menggelengkan kepala semba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD