Bab 79

1007 Words

Kediaman rumah Gemilang “Sayang, tunggu!” teriak Naufal “Jalannya hati-hati, jangan terburu-buru.” Naufal berlari mengejar langkah istrinya. Ia khawatir Cahaya terjatuh karena langkahnya yang begitu cepat. Ia berhasil menahan pergelangan tangan istrinya agar berhenti. “Dengerin penjelasan mas dulu, ya! Jangan melampiaskan amarah ini pada diri kamu sendiri. Kamu sedang hamil, sayang.” Sebisa mungkin Naufal memberikan pengertian pada istrinya meskipun tidak Cahaya dengarkan. “Cahaya mau istirahat!” ucapnya “Iya. Tapi…” “Naufal, Cahaya, kok kalian sudah pulang?” ujar Kirana “Astagfirullah, Cahaya kamu kenapa?” Kirana terkejut melihat Cahaya pulang dalam kondisi menangis sesenggukkan. Beliau menghampiri menantunya dan langsung mendapat pelukan dari Cahaya. “Hikss..” isak tangis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD