Bab 78

1561 Words

“Enghh..” lenguh Cahaya Cahaya terbangun karena mendengar suara alarm dari ponselnya. Ketika ingin menegakkan tubuhnya ia merasa beban berat berada di atas perutnya. Ia menunduk dan ternyata sebuah lengan melingkar di atas perutnya. “Mas Naufal!” lirihnya Dengkuran halus terdengar di telinga Cahaya. Sejak kapan suaminya pulang? Seketika rasa kecewa merasuki hati Cahaya. Seharian penuh tanpa kabar, dan sekarang tiba-tiba sudah berada di rumah. Rasa khawatir yang ia rasakan tergantikan dengan rasa kecewa. Cahaya menyingkirkan lengan Naufal dari perutnya membuat laki-laki itu terganggu. Naufal mengerjap pelan karena merasakan pergerakan yang mengganggu tidurnya. “Sayang, udah bangun?” ujar Naufal dengan suara seraknya “—“ Cahaya diam membisu enggan menjawab pertanyaan suaminya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD