Bab 77

1056 Words

Malam harinya Pukul 21.00 Sudah menunjukkan pukul sembilan malam namun Naufal belum juga pulang, hal itu membuat Cahaya semakin khawatir. Bahkan sejak tadi pagi ia tidak mendapat pesan apapun dari suaminya. Beberapa pesan serta panggilan darinya tidak mendapat jawaban. “Ya Allah, kamu sebenarnya kemana, mas?” gumam Cahaya dengan perasaan cemas “Apa aku bilang ke Papa dan Mama kalau sejak tadi pagi Mas Naufal tidak ada kabar?” Cahaya terlihat kebingungan karena sampai malam hari belum mendapat kabar dari suaminya. Hati dan pikirannya benar-benar kacau. Bahkan untuk duduk sekalipun ia merasa tidak tenang. Cahaya menggelengkan kepalanya berulang kali. “Enggak. Kalau aku bilang ke Papa dan Mama mereka pasti ikut khawatir.” “Tapi sampai kapan aku menunggu?” “Astagfirullah. Kamu ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD