Bab 76

1509 Words

Keesokan harinya. “Sayang, mas berangkat dulu ya!” ujar Naufal “Iya, mas. Hati-hati di jalan! Kalau sudah sampai kantor langsung hubungi Cahaya.” Naufal mengangguk sembari tersenyum Cup Naufal mencium perut buncit istrinya sebelum pergi. Ia selalu pamit pada anaknya sebelum berangkat ke kantor. Setelahnya Naufal melangkah pergi namun baru dua langkah suara Cahaya berhasil menghentikan langkahnya. “Mas Naufal melupakan sesuatu.” ujar Cahaya “Oh, ya? Apa sayang?” “Ini!” Cahaya menunjuk keningnya sendiri karena belum mendapat ciuman dari sang suami. “Astagfirullah. Mas lupa, sayang.” Naufal kembali menghampiri istrinya, dan… Cup Naufal mencium kening Cahaya dengan mesra. Rasanya seperti ada yang kurang ketika belum mencium kening istrinya. “Sudah?” Cahaya mengangguk sembar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD