Satu bulan kemudian. Sudah satu bulan berlalu semenjak kejadian waktu itu. Hubungan Rifki dan Zaki masih renggang, bahkan Zaki tidak pernah lagi datang ke kantor Naufal untuk sekedar singgah sejenak. Sudah satu bulan Zaki menjauh dan hilang kabar, hal itu membuat Naufal khawatir dengan kondisinya. Bukan hanya hubungan Zaki dan Rifki yang masih renggang, bahkan kandungan Cahaya sudah memasuki usia ke delapan bulan. Bulan depan ia akan melahirkan buah hatinya ke dunia. Cahaya dan Naufal sebentar lagi akan menjadi orang tua. “Huhh..” Cahaya menghela nafas lelah. Cahaya duduk di sebuah kursi sembari memegang perutnya yang buncit. Rasanya begitu lelah setiap hari harus membawa buah hatinya kemanapun ia pergi. Namun Cahaya tidak pernah mengeluh. Ia justru menikmati masa-masa kehamilannya

