Bab 59

1493 Words

Tiba-tiba Kirana ingin berlutut menyamakan tubuhnya dengan perut Cahaya namun dengan cepat wanita itu menghalangi. “Mama mau ngapain?” “Mama mau mencium calon cucu Mama, nak. Mama ingin minta maaf padanya karena tidak bisa menemani beberapa bulan terakhir.” Cahaya menggelengkan kepalanya. “Jangan, Ma! Tidak pantas Mama berlutut pada Cahaya.” “Lebih baik kita duduk!” ujar Cahaya sembari tersenyum Cahaya mengajak Ibu mertuanya untuk duduk. Kirana mengelus perut buncit menantunya dengan penuh kasih sayang. Beliau merasa sangat bersalah melihatnya. “Hallo sayang, ini nenek! Kamu baik-baik saja kan di perut Ibu?” ujar Kirana dengan nada berbisik tepat di depan perut Cahaya. “Alhamdulillah, adik baik-baik saja di perut Ibu, nek. Ibu selalu menjaga adik dengan baik.” ujar Cahaya sembari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD