Bab 101

1404 Words

“Zaki!” Tiba-tiba seseorang menahan bahu Zaki membuat langkah laki-laki itu terhenti. Tanpa berbalik badan ia mengenali suara itu. Seketika kejadian waktu itu berputar di kepalanya. Dadanya bergemuruh hebat, kedua tangannya terkepal kuat menahan amarah. Zaki menepis tangan itu lalu berbalik badan, dan seketika tatapannya bertemu dengan Rifki. “Untuk apa lo kesini?” ucapnya dengan nada sinis “Bisa kita bicara!?” “Gue sibuk.” Zaki kembali berjalan namun perkataan Rifki berhasil menghentikan langkahnya kembali. “Mau sampai kapan lo seperti ini? Persahabatan kita tidak akan membaik kalau lo terus menghindar.” ujar Rifki Zaki tersenyum smirk. Apa ia menginginkan persahabatan mereka kembali membaik? Justru ia menyesal pernah mengenal Rifki. “Laki-laki b******k! Apa dia tidak salah be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD