Bab 102

1017 Words

Keesokan harinya “Di mana laki-laki b******k itu?” gumam Zaki Sesuai pesan yang dikirimkan Rifki dan ia memenuhinya untuk bertemu. Sebelumnya Zaki sudah menyiapkan mental agar tidak terpancing dengan perkataan Rifki. Bahkan hanya sekedar menatap wajahnya membuat api dalam dirinya bergejolak. Zaki melihat sosok Rifki duduk di sebuah kursi. Ternyata laki-laki itu sudah menunggunya. Zaki berjalan mendekat ke arah temannya tersebut. “Ekhm..” dehemnya Rifki tersenyum kecil melihat kedatangan Zaki. “Gue pikir lo nggak akan datang.” ucapnya “Sok asik!” ujar Zaki dalam hati “Terpaksa!” “Hm.. no problem. Yang penting lo datang.” ujar Rifki Rifki dan Zaki saling diam. Kedua laki-laki itu tidak ada yang memulai pembicaraan terlebih dulu. Tidak lama pesanan mereka datang dan seketika me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD