“Oee.. oee..” “Mas!” lirih Cahaya sembari menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca Rasa haru sekaligus bahagia dirasakan Cahaya dan Naufal. Mereka tidak mungkin salah dengar. Suara tangis bayi terdengar jelas di ruang bersalin yang ditempati Shinta. “Mas Naufal dengar apa yang Cahaya dengar, kan?” tanyanya dengan suara bergetar “Iya, sayang. Mas mendengarnya.” “Alhamdulillah, Ya Allah.” “Sepertinya suara itu bayi Shinta, mas!” Naufal mengangguk sebagai jawaban Meskipun bukan Cahaya yang melahirkan rasanya jantung Naufal berdebar kencang. Apa ia akan merasakan hal yang sama ketika istrinya melahirkan nanti? Rasanya begitu mendebarkan, apalagi ketika mendengar suara tangisan bayi. Seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini. Cahaya memeluk suaminya dengan erat. Tan

