“Terima kasih, Pak!” ujar Jessica Jessica tidak berani menatap wajah Zaki setelah kejadian beberapa menit yang lalu. Zaki mengantarnya sampai rumah dengan selamat. “Hmm.. masuklah! Aku tunggu di sini sampai kamu benar-benar masuk ke dalam rumah.” ujar Zaki Jessica mengangguk lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba ia menjadi penurut pada Zaki padahal sebelumnya ia begitu membenci laki-laki itu. Mulutnya seolah terkunci rapat ketika ingin membantah perkataan Zaki. Zaki tersenyum manis. Setelah memastikan Jessica masuk ke dalam rumah ia menjalankan mobilnya meninggalkan rumah perempuan itu. “Aku harus secepatnya memiliki Jessica sebelum ada laki-laki lain yang mendekatinya.” Keesokan harinya Suara alarm dari ponselnya mengganggu tidur Farah. Ia mematikan ponselnya

