Bab 117

1414 Words

“Mas, Cahaya sedang memasak.” ucapnya sembari menahan d**a bidang Naufal agar tidak lebih mendekat. “Kenapa ketakutan sih? Mas bukan hantu, sayang.” “Mas terlalu dekat membuat Cahaya ketakutan.” “Kenapa takut, hm?” Cahaya memundurkan kepalanya ketika Naufal semakin mendekatkan wajahnya. Ia tidak bisa lari karena Naufal mengukung tubuhnya, bahkan menghimpitnya agar tidak bisa lari. “Berpikir mau lari, hm?!” ujar Naufal “Mas.. C-cahaya sedang masak.” “Nggak usah masak hari ini. Kita beli makanan di luar.” “Tapi…” Cup Tiba-tiba Naufal menyatukan bibir keduanya membuat perkataan Cahaya terhenti seketika. Moment yang sangat ia rindukan. Setelah mempunyai anak waktu keduanya terhalang oleh Devan, bahkan Naufal tidak sempat mencuri waktu untuk berduaan dengan sang istri tercint

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD