110

1115 Words

“Oee.. oee..” suara tangis Devan mengganggu Cahaya yang baru saja terlelap Cahaya menatap ke arah jam yang menempel di dinding kamarnya. Menunjukkan pukul satu dini hari. Ia beralih menatap ke arah box bayi yang tidak jauh dari tempat tidurnya. “Oee.. oee..” tangis Devan “Sebentar ya, sayang!” Ketika ingin bangun tubuh Cahaya terhalang sebuah lengan yang melingkar di atas perutnya. Siapa lagi jika bukan suami tercinta pelakunya! Cahaya menoleh ke samping karena mendengar suara dengkuran dari Naufal. Laki-laki itu tidur dengan nyenyak, bahkan tidak mendengar suara tangisan putra kecilnya. Cahaya menyingkirkan tangan Naufal namun setelahnya lak-laki itu kembali memeluknya, bahkan pelukannya bertambah erat. “Mas, awas dulu!” “Zztt..” suara dengkuran Naufal semakin kencang membuat Ca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD