Bab 109

1121 Words

Beberapa hari kemudian “Huhh..” Zaki menghela nafas kasar Zaki merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Ia menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Tidak terasa sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Terlalu sibuk dengan urusan kantor membuatnya lupa untuk makan siang. “Lebih baik gue makan siang dulu.” gumam Zaki Zaki keluar dari ruangannya menuju kantin untuk makan siang. Semenjak kedua sahabatnya sudah menikah mereka terlihat jarang berkumpul seperti sebelumnya. Tinggal dirinya yang belum menemukan pasangan hidup. “Ternyata sepi juga nggak ada Naufal dan Rifki.” gumamnya “Ck, nasib!” “Mau bagaimana lagi? Hari-hari menyibukkan diri dengan pekerjaan di kantor. Untungnya gue orang sibuk jadi tidak terlalu kesepian.” Zaki mencoba untuk tetap happy me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD