Bab 108

1019 Words

Keesokan harinya “Enghh..” lenguh Farah Bunyi alarm mengganggu tidur Farah. Mata wanita itu mengerjap pelan pertanda mulai bangun dari tidurnya. Farah merentangkan kedua tangannya sembari tersenyum manis. “Sudah pagi ternyata.” gumamnya dengan suara serak “Astagfirullah. Aku nggak sholat subuh.” Farah menegakkan tubuhnya dengan terburu-buru melupakan jika malam tadi ia baru saja melakukan hubungan suami-istri yang membuat semua anggota tubuhnya merasakan sakit. “Awss..” ringisnya Brugh Farah kembali membaringkan tubuhnya dengan sedikit kasar. “Ya Allah, sakit sekali!” lirihnya Tulang-tulangnya serasa ingin patah. Ia baru tersadar Rifki tidak ada di sampingnya. “Di mana suamiku?” gumamnya “Huhh.. sakit-sakit semua badanku.” “Rifki benar-benar membuatku kesakitan, bahkan sep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD