Bab 62

1665 Words

“Kak, bangun!” ujar Cahaya sembari menepuk lengan suaminya “Hmm..” “Pukul tujuh pagi, kak. Makanan sudah siap, sekarang kita sarapan sama-sama.” Setelah melaksanakan sholat subuh Naufal kembali tidur di atas sajadah, menunggu Cahaya membantu Ibunya memasak. Ia bangun lalu tersenyum menatap wajah cantik istrinya. “Ayo makan!” Naufal mengangguk sebagai jawaban. “Sebentar, aku cuci muka dulu!” Setelah selesai, Naufal dan Cahaya menuju ruang makan dengan tangan bergandengan. Arkana dan Kirana tersenyum melihat kedatangan putra dan menantunya. Pemandangan indah yang tidak bisa mereka lewatkan begitu saja. “Pagi, Pa, Ma!” sapa Naufal sembari tersenyum manis “Pagi!” “Ekhm.. tumben sekali wajahmu berseri, Naufal?” ujar Arkana “Justru bagus, pertanda jika Naufal sedang berbahagia,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD