Bab 104

1162 Words

Satu jam kemudian “Awhh..” “Shh..” ringis Cahaya penuh kesakitan “Sayang, sakit banget?” tanya Naufal dengan wajah frustasi Dada Naufal bergemuruh hebat melihat istrinya semakin kesakitan. Sudah satu jam Cahaya menahan rasa sakit, hal tersebut membuat Naufal uring-uringan. Ia tidak bsia melihat istrinya terus-menerus kesakitan. “Kita melakukan tindakan lain saja, ya!? Mas nggak tega melihat kamu kesakitan seperti ini, sayang.” ujar Naufal Cahaya menggelengkan kepalanya tidak mau. Ia ingin melahirkan secara normal karena dirinya merasa masih sanggup untuk bertahan. Lagipula sudah menjadi resikonya sebagai calon Ibu. Ia ingin merasakan berjuang demi buah hatinya agar dia bisa melihat indahnya dunia. Cahaya ingin merasakan menjadi sosok Ibu sepenuhnya. “Cahaya masih sanggup, mas.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD