Ceklek Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Arkana dan Kirana. Mereka tersenyum haru melihat putranya keluar dari ruang bersalin. Penampilan Naufal terlihat berantakan, begitupun dengan wajahnya yang terlihat kusut, rambutnya acak-acak seperti orang bangun tidur. “Ma, Pa!” lirih Naufal Kirana merentangkan kedua tangannya dan langsung disambut pelukan erat dari sang putra. Naufal menangis haru di pelukan Ibunya. Kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. “Hikss..” isak tangis Naufal “Selamat ya, nak! Akhirnya kamu menjadi seorang Ayah.” Kirana mengelus punggung putranya dengan lembut. Beliau membalas pelukan sang putra tidak kalah erat. “Papa dan Mama ikut bahagia. Akhirnya cucu pertama kami lahir ke dunia.” Kirana melepas pelukannya lalu menghapus air mata

