Bab 88

905 Words

Cup Rifki tersenyum sembari mencium kening Farah dengan lembut. Sudah cukup sampai di sini permainannya kali ini. Ia tidak ingin membuat Farah kecewa jika melakukan hal lebih. Perasaan seseorang kapanpun bisa berubah, dan Rifki tidak ingin hal itu terjadi pada Farah. “Aku tidak akan melakukannya sebelum menikahi kamu.” kata Rifki Farah tersenyum mendengarnya. “Kenapa?” “Aku tidak ingin membuatmu kecewa.” Farah tidak menyangka Rifki memikirkan perasaannya. Ia pikir Rifki akan melakukannya karena sudah hilang kendali. Namun dibalik itu semua Rifki bisa menahan diri agar tidak membuat perempuan yang disayanginya merasa kecewa. Jika mau ia akan melakukannya sekarang juga. “Maaf!” ujar Rifki “Untuk?” “Perbuatanku barusan.” Farah terdiam sejenak. “Bahkan aku ikut menikmatinya.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD