Hari Bahagia Yang Berbalut Kecewa

1584 Words

Bagian 34 Mamanya Mas Ben masih menatapku dengan tatapan sinis. "Kalau boleh tahu, kenapa kamu bisa menjanda?" tanyanya. Tampaknya beliau masih penasaran. "Aira cerai dengan mantan suami, Ma! Alasannya karena dia menikah lagi. Aira tidak mau dimadu sehingga Aira memutuskan untuk pisah saja dengannya," jawabku tanpa rasa takut sedikitpun. Aku sudah pasrah, jika memang orang tua Mas Ben tidak merestui kami, maka aku akan mundur. Aku tidak mau mempunyai mertua yang memang tidak menginginkanku dan anak-anak. "Tuh kan, kamu dengar enggak, Ben? Aira ini tidak bisa menyenangkan suaminya sehingga suaminya menikah lagi. Perempuan seperti inikah yang akan kamu jadikan istri?" Mamanya Mas Ben terang-terangan menghinaku. Ia bukannya justru menyalahkan mantan suamiku, tetapi malah menyalahkanku.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD