Bagian 40 Jarum jam menunjukkan pukul delapan lewat empat puluh lima menit saat aku mendengar deru mesin mobil berhenti di garasi. Sepertinya itu mobil Mama. Bi Jum segera membukakan pintu dan menyambut kedatangan Mama. Mama mertua adalah wanita karir yang memiliki beberapa cabang butik muslimah di kota ini. Sedangkan papa mertua adalah seorang pengusaha sukses. Tuntutan pekerjaan membuat papa mertua sering keluar kota dan jarang berada di rumah. Kami sendiri sedang makan malam saat Mama mertua tiba di rumah. Tiba-tiba, terbesit ide dalam benakku untuk mengajak Mama makan malam sama-sama dengan kami. Bagaimanapun juga, beliau adalah mertuaku. Sejahat apapun beliau, beliau tetap mertuaku. "Ma, sudah pulang ya?" Kuhampiri Mama yang hendak masuk ke kamarnya. Aku akan mengajaknya makan ber

