Bagian 39 Saat hendak keluar, kulihat wanita itu sudah berada di kamarku. Aku sedikit terkejut melihatnya yang tiba-tiba sudah berada di kamarku. Ternyata wanita ini membuntutiku. Ia masuk ke dalam kamarku tanpa permisi dan mengunci kami berdua di dalam. "Ngapain kamu kesini, pelakor?" tanyaku santai. Biarpun emosi sudah sampai di ubun-ubun, tapi aku masih berusaha untuk bersikap tenang. "Aku tidak tahu kalau Mbak Aira ternyata istrinya Mas Ben, calon suamiku," ucapnya dengan pedenya mengatakan bahwa Mas Ben adalah calon suaminya. "Ternyata benar kata pepatah. Dunia ini hanya selebar daun kelor," tambahannya lagi. Benar juga sih, apa yang ia katakan. Dunia ini begitu sempit. Dari sekian banyaknya wanita di muka bumi ini, kenapa harus dirinya yang dipilih oleh Mama? Aneh! "Terus, sek

