Part 39-- Balas Budi

1045 Words

“Sebuah keinginan yang tak mungkin dicapai adalah mengharap balasan kebaikan.”—Ravell Mirium . . .   Haneda, Tokyo, 2043 Elriena mengamati layar smartphonenya lekat-lekat. Di pikirannya terekam kembali pertanyaan-pertanyaan Rei saat ia bertemu putra Harold itu. Tak ada yang lebih menarik lelaki itu selain tentang keberadaan dan kabar Ravell. Elriena menghela napas. Sudah setengah jam ia duduk di ruang tunggu bandara. Orang-orang berlalu Lalang di depannya, tetapi wanita itu merasa asing di antara kebisingan tersebut. Rambut pirang wanita itu mungkin tampak mencolok di antara orang-orang berambut hitam yang menatapnya enggan. Aktris opera itu merasa jengkel saat menyadari tatapan aneh yang tertuju padanya. Padahal dunia sudah berubah begitu cepat, sayangnya budaya dan sikap masyarakat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD