Part 38-- Kupu-kupu Hitam

1091 Words

“Seseorang yang hanya bisa merendahkan pasti dia pun orang yang rendah derajatnya.”—Mizukawa Ishirou. . . . Shinjuku, Jepang, 2040   Gemerlap lampu malam dan bintang saling berlomba untuk menerangi Tokyo. Ibu kota Jepang yang memang dikenal mampu menyilaukan mata itu memang tak pernah mati. Apalagi Shinjuku bukanlah daerah yang mengenal kata jam malam. Sepertinya hal itu sama sekali tak berlaku bagi wilayah dengan tempat bar dan para kupu-kupu yang terbang saat bulan menyapa. Namun, hari itu adalah waktu yang paling dingin bagi seorang wanita yang berdiam diri di sebuah perepatan toko   Musim dingin sudah mulai merapuhkan tulang belulangnya. Perempuan berambut hitam pendek itu masih terpaku memandang orang-orang yang silih berganti menyapa matanya tanpa berbicara. Mereka seolah men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD