“Sebuah ambisi yang berlebihan hanya akan merugikan.”—Hear Saber. . . . Aichi, 2043 Pintu otomatis bus tengah berbunyi. Kursi yang kosong hanya ada beberapa, di antaranya adalah di samping seorang gadis muda berjaket merah muda. Pria yang baru saja menaiki bus itu pun duduk di samping sang gadis. Sejak bus mulai berjalan kembali, mata lelaki berjaket hitam itu terus saja menatap sang gadis. Merasa risih, perempuan berambut panjang ikal itu pun menggeser duduknya, tersudut ke jendela. Menyadari orang yang diperhatikannya menjauhinya, sang lelaki asing terdiam. Ia mengeluarkan smartphonenya dan mengotak-atik benda itu. Beberapa saat kemudian, bus sampai di halte yang dituju sang gadis. Ia pun turun setelah membayar bus dengan karcis yang dimilikinya. Anehnya, pria berjaket

