“Apa yang kita pikirkan mungkin bisa menjadi kenyataan.”—Yuuki Hatsu. . . . Moskow, 2043 Taksi otomatis berhenti tepat di depan sebuah rumah besar. Di depan rumah itu sebuah pos penjagaan berdiri. YUuki dan Yura baru saja keluar dari taksi. Daun-daun maple yang berguguran di depan rumah itu membuat Yuuki bernostalgia. Dahulu, Harold sering mengajaknya mengumpulkan daun-daun itu. Terkadang, mereka membuat sebuah kerajinan tangan seperti pajangan meja atau gantungan kunci. Sesekali, jika Harold senggang, ia mengajak anak-anak asuhnya berfoto bersama di atas tumpukan dedaunan. Professor itu sangat menyukai musim gugur dan keadaan hari ini membuat Yuuki mengenang ayah angkatnya tersebut. “Kacamatamu berembun.” Mendengar ucapan Yura, Yuuki segera melepas kacamatanya dan mengelap

