31. Dingin vs Manja

1005 Words

Perjalanan kembali ke Mansion Romano berlangsung dalam keheningan yang menyesakkan. Maxim duduk di kursi pengemudi, fokus ke jalan, rahangnya mengeras. Tidak ada satu pun kata keluar darinya. Setiap kali Gwen mencoba membuka percakapan, Maxim seolah tenggelam lebih dalam ke dunianya sendiri menjawab singkat, atau sama sekali tidak. Mobil memasuki halaman mansion Romano saat malam benar-benar turun. Lampu-lampu taman menyala, tapi suasana di dalam mobil tetap sunyi. Maxim mematikan mesin, membuka sabuk pengaman, lalu turun tanpa berkata apa-apa. Ia berjalan memutar dan membuka pintu. “Terima kasih,” ucap Gwen pelan. Maxim mengangguk singkat. “Masuk!!" Pintu mansion terbuka, Gwen melangkah masuk. Maxim sudah berdiri di tangga, tangan di saku, tatapannya dingin. “Masuk dulu,” kata Max

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD