Happy reading. Keringat dingin membasahi pelipis Ratu. Ia duduk di samping ranjang, menatap lekat pada Kalingga yang masih terlelap. Wajahnya pucat, napasnya teratur namun lemah. Kejadian semalam berputar-putar di kepalanya seperti film yang diputar ulang. Setiap detailnya, dari sorot mata Mayang yang penuh kebencian hingga tangan ayah Mayang yang menyodorkan segelas air terasa begitu nyata. Mayang dan ayahnya telah menjebak Kalingga, mereka memasukkan obat tidur ke dalam minumannya, dan setelah Kalingga tak sadarkan diri, mereka memanfaatkan momen itu untuk memanipulasi situasi. Ratu melihat semuanya. Mayang mencium Kalingga, memotretnya, lalu membuka seluruh baju Kalingga hingga tidak setengah naked. Hati Ratu terasa hancur, bukan karena ia cemburu, tapi karena ia melihat betapa picik

