38

1005 Words

Keesokan harinya, seorang pria tengah duduk dengan senyuman yang tak hilang dari wajahnya. Memori tentang kebersamaannya dengan Lili kemarin terus terngiang di otaknya, akhirnya setelah sekian lama ia berjuang untuk membuat gadis itu percaya padanya lagi pun bisa terwujud. Kini ia tengah berada di rumah kebesarannya, ia tinggal sendiri di sana, tak ada pelayan satu pun yang dikerjakannya, Jaden tidak suka jika privasinya terganggu. Oleh karena itu, ia hanya akan memanggil petugas kebersihan sesekali dan langsung menyuruhnya pulang ketika pekerjaannya beres, Jaden lebih suka menyendiri di rumahnya. Seperti saat ini ia sedang meluruskan kakinya di atas meja kaca, sebelah tangannya memegang botol bir yang merupakan favoritnya. Sambil mengepulkan asap tembakau, ia pun menikmati hari indahnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD