SAATNYA TELAH TIBA

962 Words
sementara itu Agung mengajak Tifa dan Gilang untuk segera pergi ke rumah Bagas untuk makan malam dan membahas perjodohan ini. Gilang hanya menurut demi kesembuhan ibunya. keluarga Sunandar pun sudah sampai di mansion keluarga Gifaro. mereka disambut oleh para pelayan keluarga Gifaro. "Silahkan masuk." ujar Bagas pada Agung yang baru saja sampai. Agung tersenyum bahagia melihat sahabatnya kembali setelah sekian lama tak bertemu mereka pun berpelukan satu sama lain. "Ayo duduk." ajak Bagas pada Agung dan keluarga nya duduk bersama keluarga Gifaro. "sudah lama sekali kita tidak bertemu." Agung terlihat sangat bahagia melihat sahabatnya yang Sudah mempunyai cucu. "Kamu bisa saja Agung." mereka pun tertawa bersama. Di meja makan sudah ada keluarga Gifaro, Dafa, Fira, Dani, Bagas, dan Reni sedang kan Dita masih di kamar sedang ber mek'up tipis dan di sertakan dress biru muda selutut yang berpadu pada kulit putih nya dengan rambut yang di biar kan terurai. tok tok tok dengar suara pintu kamar kita terketuk oleh sang mamah. "Dit... Dita.... ayo turun ke meja makan nak." ajak Reni dari balik pintu kamarnya. "Iyah mah." Dita pun segera menghampiri Reni dan membuka pintu kamar. "Kenapa harus sekarang sih mah ketemu nya." tanya dita dengan lesu dan pasrah. "Biar kamu lebih kenal sama orang nya, ngomong ngomong anak nya ganteng tau." Reni tersenyum sambil mengelus pundak putrinya. "ishhh mamah." Dita merengek. "Yasudah ayo kita turun." Reni pun menggandeng lengan Dita untuk menuruni anak tangga. Dita dan Reni menuruni anak tangga. Gilang yang sendari tadi bermain ponsel tak menyadari jika Dita sudah duduk di meja makan. Sebaliknya Dita tak menyadari jika yang sedang duduk adalah Gilang karna ia sibuk dengan dress-nya karna tidak nyaman. saat ayah membuka suara juka mereka akan di jodohkan mereka saling bertatapan. "Dita kenalkan ini adalah Gilang yang akan di jodoh kan oleh kamu." Bagas membuka Suara. "Hah elo lagi." Dita dan Gilang sama sama terkejut. "Kalian sudah saling kenal." tanya Agung yang ikut kaget. "Dia~" tak melanjutkan kata katanya Dita sempat mengepal tangan dan meredakan emosi nya. "Hufttt...aku engga kenal sama dia, aku kira dia orang yang nabrak aku di lorong dan orang yang nyolot itu tapi ternyata bukan, mungkin cuma mirip aja kali ya." Dita menahan emosi. "Iya pah aku juga ga kenal sama dia tadi aku kira dia cewe di sekolah yang belum bisa jalan mangkanya jalan nya nabrak mulu, eh ternyata bukan." elak Gilang. Dita menatap tajam Gilang. makan malam pun di mulai. hanya hening dan suara perpaduan sendok dan piring. "pernikahan kalian akan di lakukan 1 bulan lagi" Agung membuka suara setelah hening. "Aku setuju lebih cepat lebih baik." Reni dan Tifa lun ikut setuju. Gilang dan Dita hampir mati tersedak. "eh eh minum minum Fira dan Dani segera memberi Dita dan Gilang untuk minum. "Ante sama om makannya pelan pelan supaya ga tersedak kaya tadi." Dafa memberi tau Dita dan Gilang. "Iya sayang tadi ante kaget mangkanya tersedak." jawab Dita. sementara Gilang hanya tersenyum. Makan malam pun telah selesai Dita langsung pergi ke kamar dan berganti baju menggunakan celana di atas lutut dan tank top. Dita segera tidur agar besok tidak kesiangan pergi ke sekolah. hari hari telah berlalu sangat cepat dan kini Sudah waktu nya pernikahan mereka di laksanakan Dita menatap wajah nya di cermin "kenapa gua haru secepat ini menikah." ujarnya yang mulai meneteskan air mata. Dita di kejutkan oleh Reni yang tiba tiba ada di belakang nya "Mamah berharap kamu bisa menjadi istri yang baik ya Dit, Mamah bangga sama kamu, mamah berdoa agar kamu selalu bahagia bersama suami kamu. Jadi istri yang baik ya Dit untuk suami kamu. Layani dia dengan ikhlas agar kamu juga dapat pahala. Mamah minta maaf Dit." Reni memeluknya dan menciuminya. Hingga Dita dan Reni pun menangis bersama "Ayo kita turun nak." Reni mengelap air mata anak nya dan menuntunnya ke bawah Saat sampai bawah terdengar suara orang banyak mengucapkan "sah." "sah." suara itu terdengar serempak. Dita pun duduk di samping Gilang. "sekarang cium punggung tangan suami kamu." titah sang penghulu. Dita hanya menuruti. Dan mengisi buku yang sudah di sediakan di meja. Hanya ada keluarga saja yang datang karna mereka masih sekolah jadi hanya orang orang tertentu yang di undang. Telah seharian Dita berdiri di pelaminan hingga membuat kaki nya sangat pegal. "Kamu capek." perhatikan Dita kecapekan merasa tak tega. Dita yang di panggil kamu oleh suami nya merasa aneh dengan panggilan itu tapi lamunan nay di buyarkan oleh Gilang. "Dit... Dita..." Gilang memangil Dita. "eh emmmm iya anu emm iya pegel." Dita terbata karna merasa risih pada Gilang. "Yaudah duduk aja gapapa." Gilang menyuruh Dita duduk dan Dita pun melepaskan tangannya dari tangan Gilang dan duduk di kursi pelaminan. acara pun telah selesai kini Dita telah sah menjadi istri dari Gilang. Gilang dan Dita di ajak untuk tinggal bersama dengan keluarga Gilang. Dita mengemasi barang barangnya. Dita yang sedang mengemasi barang nya pun di kejutkan eh gilang yang telah berdiri di ambang pintu. "Mau gua bantu." tanya Gilang. Dita terdiam 'perasaan tadi bilang aku ko sekarang gua labil banget sih lu' ucapnya dalam hati. "Emmm boleh deh." Dita memasukkan baju nya ke dalam koper pink milik nya. "Emm lu nanti satu kamar sama gua" Gilang memberi tau ke Dita yang sedang memasukkan baju ke dalam koper. "what." Dita kaget. "Tenang aja lu ga bakal gua apa apain." Gilang tersenyum miring. "huftt." Dita merasa lega karena ia tak ingin hamil muda, apa lagi ia sekarang masih sedang sekolah. "palingan cuman gua kelonin." Gilang mulai jail. "ihhh Gilanggg." teriak Dita yang sebal pada Gilang yang jail dan mengejar nya. Saat sedang mengejar Gilang Dita tersandung karpet yang ada di dekat kasur dan dengan cepat Gilang menangkap Dita hingga lagi lagi mereka saling tatap dan jarak mereka hanya 1 jengkal. Cukup lama mereka bertatapan hingga Dita menyadari itu dan dengan cepat dita membenarkan posisi nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD