40. Tombol Kematian

1235 Words

Seseorang menutup kepalanya dengan topeng. Jeje tak bisa melihat apapun. Tapi dia yakin berada di suatu ruangan tertutup. Terasa pengap. Entah karena hawa segar minim di ruangan itu, atau karena dia memakai topeng yang menutupi seluruh kepalanya hingga ke leher. “Tolong, seseorang ... lepaskan aku!” teriak Jeje, namun suaranya teredam topeng yang dikenakannya. Hanya kesunyian yang menemaninya. Perasaan Jeje semakin galau. Dia tak tahu siapa yang menculiknya dan dengan tujuan apa. Semua ini terasa sangat menakutkan, dia sendiri, terpisah dari Lee. “Dokter ....” gumam Jeje. “Pak Tua ....” Jeje memanggil dengan hati pilu. Airmatanya terus menetes. Saat ini yang paling ditakuti adalah dia tak bisa bertemu Lee lagi. Bagaimana kalau dia dibunuh sebelum Lee menemukannya? Jeje

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD