BROWNIES KUKUS

1089 Words
Tring, notif di hapenya berbunyi. Ada chat di aplikasi chat hijau... Ia membuka aplikasi berlogo gagang telpon itu. Ada satu panggilan dari nomor tidak dikenal. Dilihatnya foto profil dari nomor tersebut, tetapi hanya ada gambar pegunungan dan danau dibawahnya. Di nama pengguna hanya ada tulisan ***** tanpa keterangan lain. 'Siapa ya? hmm biarin aja deh, nanti kalau perlu kan telfon lagi' Pikirnya sambil menyelesaikan makan rawon telur dan labu siamnya. "Eh iya aku tadi mau tanya Ma, Keluak itu apa sih ? Kok bisa bikin rawon item gitu tapi aman buat dimakan." Tanya Vania "Okee mama jelaskan" Kepayang atau keluak (Pangium edule Reinw. ex Blume; suku Achariaceae, dulu dimasukkan dalam Flacourtiaceae) adalah pohon yang tumbuh liar atau setengah liar penghasil bahan bumbu masak sejumlah masakan Nusantara, seperti rawon. Orang Sunda menyebutnya picung atau pucung, orang Jawa menyebutnya pucung, kluwak, atau kluwek,di Toraja disebut pamarrasan, dan di Minangkabau disebut simanguang. Biji keluak dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna coklat kehitaman pada rawon, daging bumbu keluak, brongkos, serta sup konro. Zat warna tersebut dapat menjadi pengganti pewarna sintetis seperti Chocolate Brown FH dan Chocolate Brown HT. Selain itu, bijinya juga memiliki salut biji yang bisa dimanfaatkan. Bila dimakan dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan mabuk karena beracun sianogenik. Tanaman kepayang mengandung komponen glikosida sianogenik, yang dapat dengan cepat terhidrolisis menjadi gula, aldehida/keton, dan asam sianida. Glikosida sianogenik dapat ditemukan pada daun, kulit batang, dan biji tanaman kepayang. Racun pada biji kepayang dapat digunakan sebagai racun untuk mata panah. Bijinya aman diolah untuk makanan bila telah direbus dan direndam terlebih dahulu. Untuk memunculkan warna hitam, biji yang telah direbus dan direndam akan dipendam dalam tanah (setelah dibungkus daun pisang) selama beberapa hari. Sumber : Wikipedia "Wah sebetulnya beracun dong ma?" Kata Vania bergidik. "Heem, keluak beracun jika dimakan dalam jumlah berlebihan Van, tetapi jika dimakan dalam jumlah tertentu, itu aman-aman saja. Malah banyak manfaatnya bagi tubuh." Tok tok tok.. Suara pintu diketuk dari luar "Assalamualaikum" Virna bergegas melihat siapa tamu yang datang. "Waalaikum salam" Sahutnya. Ia membuka pintu ruang tamu dan mendapati seorang perempuan berusia seumurannya berdiri mengenakan baju yang terlihat sederhana tapi elegan. Celana jeans selutut dan sweater lengan panjang warna navy. "Selamat sore bu, saya Rina yang baru pindah di seberang rumah ini beberapa hari yang lalu, mohon maaf baru kenalan hari ini." Katanya sambil mengajak Virna bersalaman. "Oh iya selamat sore juga Bu Rina. Saya Virna, silahkan masuk bu. Mohon maaf rumahnya berantakan." Sambut Virna. "Ini ada sedikit kue bu." Kata Rina sambil menyerahkan kresek berisi brownies kukus yang telah terkenal dan membuka cabang dimana-mana itu. "Aduh repot-repot saja bu." Kata Virna membuka isi kresek tersebut. "Waah brownies varian baru yang black brownie crumble ya Bu Rina. Saya kemarin lewat depan outletnya ada banner varian ini sebetulnya saya ingin coba, tapi belum sempat kesana lagi. Saya potong dulu ya bu ke dalam." Virna menuju dapur untuk memotong brownies kukus tersebut. Vania yang baru selesai mencuci piring bekas makannya bertanya. "Siapa yang datang ma? Waah bawa brownies ini ya ma, aku kemarin tergoda rasa barunya. Sayang harganya masih agak mahal walaupun diskon 20%." "Tetangga seberang rumah yana barusan pindah beberapa hari yang lalu Van. kamu buatin teh ya. Mama keluar temenin ngobrol dulu." Virna keluar sambil membawa piring berisi potongan brownies yang baru launching 20 Desember 2022 kemarin itu dan piring berisi lumpia goreng yang kemarin sempat dibikin bersama Vania. "Silahkan dimakan bu." Katanya. "lumpianya bikin sendiri ya bu?" Rina melihat lumpia goreng dan saus tauco yang tersaji di depannya. "Iya bu, masih belajar kebetulan kemarin ada rebung. Silahkan dicoba bu." "Hmmm enak bu, kok telaten sih bikin sendiri. Saya ini jarang sekali masak, lebih sering beli. Saya kerja bu, jadi tidak sempat masak tiap hari."Ceritanya. Vania pun keluar sambil membawa dua cangkir teh di nampan. Ia menyajikan teh tersebut di meja. "hai cantik, kamu kelas berapa?" Tanya Rina. "Saya kelas dua SMA bu." "Oh anak saya yang pertama juga kelas dua SMA, seumuran dong. Silahkan main kerumah, pasti anak saya senang ada temannya." Vania tersenyum dan duduk disebelah mamanya. "Iya tante" "Anak saya itu cowok, pendiam banget. Gak pernah cerita-cerita tentang sekolahnya. Jarang ada teman yang main kerumah." Lanjut Rina. "Tiap anak memang beda-beda bu, ada yang cerewet kayak anak saya ini, apa-apa diceritain." Kata Virna sambil cubit pipi anaknya. "Padahal aku juga pendiam lho." Jawab Vania sambil meringis memegangi pipinya. Rina tersenyum melihat tingkah keduanya. Ingin sekali ia bisa bercanda seperti itu dengan anaknya. Ia menghabiskan teh yang telah disajikan oleh Vania. "Ya sudah Bu Virna, saya pamit dahulu. Sebentar lagi suami saya mau pulang. Terima kasih banyak atas jamuannya." Ujarnya. "Sama-sama bu, lain kali silahkan kalau mau kesini bu. Saya selalu dirumah kok." "Siap bu, Bye Vania." "Iya tante" Jawan Vania seraya mengantarkan Rina ke teras rumahnya. Setelah Rina pulang, Vania langsung mencomot salah satu brownies di piring dan memakannya. "Hmmmm enaakk banget, untung gratisan. Hahaha." Virna geleng-geleng melihat tingkah anak satu-satunya itu. "Ma, kapan-kapan coba bikin brownies yuk? penasaran aku gimana caranya." "Kalau resep brownies sih gampang Van, pakai aja tepung brownies jadi yang dijual di supermarket, trus tinggal di tambah air dan dikukus aja. " Canda Virna. "Yaaahh jangan yang instan juga dong ma. Yang manual gitu, klo instan sih semua orang bisa bikinnya." "okeee, mama spill resep brownies kukus yang simpel ya." Resep Brownies Kukus Bahan 60 gram tepung terigu 40 gram cokelat bubuk (bisa pakai minuman cokelat saset) 3 butir telur ayam 1/2 sdt garam 100 gram gula pasir 50 ml minyak goreng 1 sdm minyak untuk olesan Cara Membuat Panaskan dandang untuk mengukus menggunakan api kecil. Olesi loyang dengan minyak lalu alasi dengan kertas roti. Campur tepung terigu, cokelat bubuk, dan garam. Kocok telur dan gula pasir menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi selama 20 menit, hingga adonan adonan kental dan tidak jatuh saat dituang. Masukkan campuran tepung secara bertahap sambil diayak. Lakukan tiga kali dan tiap kali selesai aduk balik adonan dengan spatula sampai rata. Tambahkan minyak goreng, aduk balik kembali sampai rata. Tuang adonan ke dalam loyang, kukus selama 30 menit dalam dandang. Gunakan api sedang dan pastikan tertutup. Angkat. Balikkan brownies ke atas rak kawat, lepaskan kertas pelapis dan balik kembali hingga dingin. Potong sesuai selera dan sajikan. "Nah itu dia resepnya, kapan-kapan kita buat ya Van." "siap grak ma, lumayan ribet sih kalau dari penjelasan mama. Hihihi." "Tapi kalau dipraktekkan gak lama kok Van." Kata Virna Tring,, tring,, HP Vania berbunyi lagi. Ia melihat nomor tanpa nama yang tadi menghubunginya. Langsung ia scroll layar ke atas untuk mengangkatnya, tetapi tidak ada suara disana.....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD