Lintang merasa lelah sekali, dalam perjalanan pulang dia sampai ketiduran dalam punggung Devan. Devan hanya tersenyum senang dan menjalankan motornya dengan pelan. "Bunga, aku tidak peduli dengan masa lalumu. Secara perlahan aku ingin merebut hatimu dan mengobati lukamu," batin Devan. Devan menghirup napas dalam - dalam, malam ini terasa begitu indah baginya. Untuk sekian lama pemuda itu tidak pernah sebahagia ini. Kehadiran Bunga baginya begitu berarti, bahkan Devan yang biasanya sering menggoda para gadis cantik kini setiap kali didekati gadis lain merasa enggan dan tidak berminat. Baru setelah sampai Lintang terbangun. "Devan, maaf aku ketiduran," ucap Lintang. "Tidak apa - apa, aku senang kok dipeluk gadis cantik sepertimu," balas Devan riang. "Kamu ini," sergah Lintang tertawa.

