Lintang merasa malu menangis di depan Devan dalam keadaan seperti ini untuk kedua kalinya, tapi entah mengapa air matanya tidak sanggup untuk ditahan. Untuk pertama kalinya Lintang jatuh cinta tapi untuk pertama kalinya juga hatinya remuk dan kecewa pada diri sendiri. ‘’Bunga, kamu kenapa menangis di tengah jalan seperti ini? Sebenarnya apa yang terjadi denganmu sampai kamu selalu seperti ini?’’ tanya Devan panik. ‘’Dev, aku lapar,’’ jawab Lintang jujur. ‘’Apa? Oh… Iya aku ajak kamu ke restoran yang enak,’’ ujar Devan terkejut dan ingin tertawa. ‘’Aku tidak mau di restoran ysng ramai, tapi di tempat yang agak tenang saja,’’ tolak Lintang secara lembut. ‘’Iya, aku tahu tempat yang kamu inginkan itu,’’ jawab Devan melepas jaketnya dan memakaikan ke tubuh Lintang. ‘’Ay

