Malam ini Yuta pulang bekerja sampai larut malam, akan tetapi begitu mendapati adiknya tidak ada di dalam kamar rasa amarahya langsung naik.
Yuta membuka ponselnya, memang tadi sengaja di matikan karena Yoona sang tunangan terus-terusan menelponnya dan hal itu sangat mengganggu. Begitu ponselnya di aktifkan langsung tertera tiga panggilan tak terjawab dari Yoona dan satu panggilan dari Devan.
Kemudian ada satu pesan dari Devan.
‘’Kak, malam ini aku mau menginap di rumah Adit untuk mengerjakan tugas ya,’’
Yuta tidak semudah itu percaya, sebab dia tahu adiknya sangat pemalas soal tugas dan pelajaran. Yuta curiga jika Devan pergi ke tempat karaoke lagi. Karena GPS miliknya tidak bisa di lacak.
‘’Aku harus memastikan sendiri,’’ gumam Yuta.
Yuta kaca mata hitam dan jaket yang ada topinya. Karena jika dia ketahuan berada di tempat seperti itu bisa merusak nama baiknya.
Yuta belum tahu siapa gadis yang sering bersama adiknya. Namun Yuta tidak ingin menyerah.
Di sisi lain Lintang sedang melayani Hyuga lagi, malam ini pelanggannya sudah mulai mabuk. Lintang yang merasakan tanda-tanda bahaya langsung mulai melakukan rencananya, yaitu menaruh obat tidur dalam minuman.
‘’Ini tuan, Hyuga. Silahkan di minum lagi,’’ pinta Lintang.
Hyuga menerima, akan tetapi pemuda itu melempar gelas tersebut dan tertawa jahat.
‘’Kamu mau memainkan trikmu lagi anak kecil? Jangan kamu kira bisa membodohiku untuk yang kedua kalinya!’’ sindir Hyuga seperti orang gila.
Lintang sangat ketakutan, sebab baru kali ini mengalami hal yang sangat sulit. Biasanya jika ada pelanggan yang nakal dia bisa membuat mereka tertidur dengan obat yang sudah dicampurkan dalam minuman. Namun, siapa sangka jika Hyuga mampu mengetahui rahasianya.
‘’Aku harus bagaimana ini? Sebaiknya aku lari keluar saja,’’ batin Lintang taka da pilihan lain.
Lintang berlari, tapi tubuhnya dari belakang sudah di tangkap.
‘’Ah… Tubuhmu harum sekali, sungguh Bunga yang sedang mekar,’’ gumam Hyuga sambil mengendus tengkuk Lintang seperti kucing.
‘’Lepaskan!’’ teriak Lintang sekaras mungkin.
Hyuga mendorong tubuh Lintang ke sofa, kemudian dia memasukkan sesuatu dari sakunya ke dalam minuman.
‘’Karena kemasin kamu sudah mengerjaiku, sekarang giliran aku yang memberimu hadiah,’’ tawa Hyuga mulai mendekati Lintang.
Lintang tidak tahu apa yang ada dalam minuman tersebut, yang jelas saat ini dia benar-benar takut.
‘’Tolong… tolong….’’ Teriak Lintang sambil mencoba berlari keluar.
Akan tetapi kengan Hyuga sangat kuat, hanya dengan satu tangan saja sudah bisa menahan tubuh ramping Lintang.
Kemudian Pemuda itu memaksaLintang untuk meminum gelas yang ada dalam genggamannya, Lintang mencooba memuntahlan minumannya tapi Hyuga terus-terusan mencegoki dan menutup hidungnya. Mau tak mau minuman yang sudah dicampur dengan sesuatu itu masuk ke dalam tenggorokan Lintang.
Lintang terbatuk-batuk karena tersedak, matanya sudah berair karena rasa yang seperti membakar lidahnya.
‘’Aku sudah baik – baik memintamu untu berhenti bekerja dan jadilah simpananku, taku salah kamu sendiri yang menolak. Maka dengan cara apapun aku harus mendapatanmu!’’ ucap Hyuga tersenyum puas.
‘’Aku tidak sudi menjadi simpananmu,’’ jawab Lintang marah dan masih mencoba ingin kabur.
‘’Baiklah karena ini pilihanmu sendiri,’’ balas Hyuga mulai mendorong tubuh Lintang ke sofa dan menindihnya.
Lintang menggunakan kedua tanganya untuk menahan tubuh Hyuga agar jangan sampai menyentuhnya, dia sungguh tidak tahan dengan aroma minuman keras dari napas Hyuga.
‘’Tolong… Tolong…’’ teriak Lintang skeras mungkin.
Tidak ada satupun yang mendengar, Lintang sudah hampir putus asa sebab suaranya semakin lemah dan tubuhnya juga lemas. Lintang menangis, dia tidak menyangka jika ini akan menjadi akhir dalam hidupnya.
*******************************
Hyuga sudah memasuki hampir semua ruangan, tapi adiknya masih belum ditemukan juga.
Sampai tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi.
‘’Kak, tadi aku kan sudah kirim pesan kalau aku mau tidur di tempat Adit. Kenapa masih menelpon lagi?’’ tanya Devan sambil menguap.
‘’Habisnya ponsel kamu tidak bisa aku lacak keberadaanya,’’ jawab Hyuga lega adiknya tidak di tempat karaoke.
‘’Tadi baterainya habis, dan aku juga ketiduran,’’ balas Devan.
‘’Ya sudah kalau begitu kamu tidurlah lagi, besok jangan sampai terlambat sekolah,’’ jawab Yuta lalu memutus sambungannya.
Jam sudah menunjukkan tengah malam, Yuta megecek GPS milik adiknya dan ternyata memang benar sedang berada di rumah Adit.
Yuta tersenyum geli sebab khawatir berlebihan, diapun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Namun, beberapa langkah dia berjalan samar-samar mendengar suara minta tolong.
‘’Sepertinya ada di ujung sana, tolong tidak ya?’’ batin Yuta.
Yuta sebenarnya tidak peduli suara itu, hatinya sudah merasa lega sebab adiknya tidak ada di tempat karaoke ini. Hanya saja kupingnya tidak tahan mendengar suara minta tolong yang tersengar sangat memelas dan putus asa.
Diapun berlari dan membuka pintu, betapa terkejutnya jika gadis yang sering bersama adiknya itu tengah dalam kondisi mengenaskan.
‘’Tolong aku,’’ pinta Lintang sudah lemas sebab pengaruh obat.
‘’Pergi kau!’’ bentak Hyuga kesal.
Melihat situasi ini Yuta tahu jika sedang terjadi tindak pelecehan. Karena sudah jelas jika si gadis menolak sedangkan lelakinya memaksa.
‘’Lepaskan tidak!’’ Ancam Yuta dingin.
‘’Kalau aku tidak mau?’’ tantang pemuda mabuk yang bernama Hyuga.
‘’Aku akan menghajarmu,’’ balas Yuta.
‘’Namaku Hyuga, apa kamu merani melawan aku?’’ bentak Hyuga karena sudah diganggu kesenangannya.
Yuta langsung memukul wajah Hyuga sampai bengkak, akan tetapi Hyuga juga membalas. Akhirnya keduanya saling bertengkar. Karena Hyuga sedang mabuk dan hilang akal maka Yuta dengan mudah mengalahkannya.
‘’Kamu tidak apa – apa?’’ tanya Yuta cemas.
‘’Terima kasih, aku sangat berhutang budi padamu. Tolong antarkan aku pulang,’’ pinta Lintang bahkan tidak mampu berdiri sendiri.
Lintang sudah tidak begitu jelas melihat wajah lelaki yang sudah menolongnya, akan tetapi dia tahu jika lelaki tersebut pasti orang yang baik.
Yuta segera melepas jaketnya dan memakaikan pada gadis yang tidak diketahui namanya, karena gaun Lintang bagian bahu sudah sobek dan d**a Lintang hampir saja kelihatan.
Yuta langsung memapah Lintang untuk meninggalkan tempat tersebut.
Sesampainya di luar, Yuta bermaksud memanggilkan taksi agar mengantar Lintang pulang.
‘’Di mana rumahmu?’’ tanya Yuta.
‘’Rumahku di…. ‘’ belum sempat Lintang menjawab tubuhnya sudah rubuh.
‘’Astaga, bagaimana ini?’’ gumam Hyuga kebingungan.
Mau ditinggal kasihan, ingin dibawa pulang juga tidak munngkin.
Yuta mau tak mau membawa Lintang masuk ke dalam mobil dan berpikir membawanya ke hotel miliknya yang terdekat.
Yuta sangat malu jika membawa gadis pingsan ke dalam hotel, Walaupun sudah larut malam dan hanya beberapa pegawainya saja yang melihat tapi dia takut jika hal ini akan menjadi gosip dan sampai terdengar neneknya.
Akhirnya dia mengurungkan niatnya dan membawa Lintang ke rumahnya yang sudah lama tidak dihuni. Yaitu rumah milik orang tuanya. Meskipun begitu rumah tersebut masih sangat indah seperti semula karena ada yang merawatnya, hanya saja Yuta dan Devan tidak pernah ke sana sebab banyak kenangan yang tersimpan yang membuat mereka akan selalu terkenang oleh orang tua mereka.