Di saat Devan dan Desty sibuk dengan urusan masing - masing, Lintang di rumah sakit menjaga sang kekasih seorang diri. Lintang merasa bingung karena besok malam merupakan penentuan apakah dia mau menerima persyaratan Zein atau tidak. Yuta sudah tertidur nyenyak, sedangkan dia hanya berbaring di sisi Yuta masih belum bisa terpejam. Tiba - tiba saja ponselnya berbunyi, Lintang terkejut karena itu merupakan nomor Zein. "Ya ampun, ngapain dia telepon malam - malam?" batin Lintang bangun dan menjauh dari Yuta. "Ada apa malam - malam telepon, Tuan Zein?" tanya Lintang dengan suara pelan. "Aku berubah rencana, malam ini aku masih di Indonesia. Dan besok pagi aku baru berangkat ke luar negeri untuk waktu yang lama. Jadi, aku ingin mendengar jawabanmu sekarang," kata Zein santai. "Apa?" pekik

