Betapa bahagianya Yuta mendengar kabar jika istrinya beneran hamil. Saking tidak sabarnya dia langsung bergegas pulang. "Apa aku bilang, firasatku benar kan?" ujar Yuta memeluk sang istri. "Iya, aku juga tidak menyangka. Karena kondisi tubuhku baik-baik saja tidak merasa ada keluhan apapun," jawab Lintang. "Aku bahagia sekali, aku sangat mencintaimu, istriku." Yuta memeluk sang istri semakin erat. Sedangkan Devan duduk di ujung sofa melihat kemesraan kedua kakaknya dengan rasa bahagia sekaligus perih. "Aku seharusnya bahagia, aku tidak boleh berpikiran sempit seperti ini," batin Devan mencoba tegar. "Lintang, ayo sekarang juga kita ke rumah sakit?" ajak Yuta bersemangat. "Kan bisa besok, kenapa buru-buru?" tanya Lintang heran. "Kenapa memangnya? Bagiku lebih penting kesehatan kamu

