bc

OLA GADIS MANISKU

book_age18+
22
FOLLOW
1K
READ
others
drama
tragedy
sweet
humorous
like
intro-logo
Blurb

Pagi ini suasana tampak sangat sejuk, bunga – bunga juga tanah masih terlihat bsah karena datangnya hujan beberapa menit yang lalu.

Seorang wanita sederhana membuka mata dan seakan malas turun dari ranjangnya. Namun kebutuhan hidup mengingatkannya untuk harus segera bangun beraktivitas

Olafia Davina seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Jakarys, dan bekerja sebagai HRD feeelance di Jakarta. Selain itu Olafia juga memiliki hobby menulis novel.

 Oladia anak tunggal dari Nindi Kusuma. lahir dari keluarga yang keras dan sederhana.

Olafia adalah orang yang introvert, ceria sehingga waktu yang di miliki ia gunakan hanya di kampus, kantor dan kos. Bekerja, mendengarkan musik, berselancar di medsos.

Dan jika bosan biasanya yang Ola lakukan adalah memasak. dengan sikap introvert  itu, Ola suka menulis apa yang ada di imajinasi  dan pikirannya.

hingga akhirnya Ola menjadi seorang novelist. kedua orang tuanya tidak pernah mengkhawatirkan dia, karena Ola bukanlah anak yang nakal. aktivitas seputar kampus, kantor juga kontrakan

Ola menjadi wanita yang di manja karena Bastian Keenan. Bastian CEO sekaligus anak dari pemilik kontrakan sekaligus anak dari atasannya.

chap-preview
Free preview
Bab 1
Pagi ini suasana tampak sangat sejuk, bunga – bunga juga tanah masih terlihat bsah karena datangnya hujan beberapa menit yang lalu. Seorang wanita sederhana membuka mata dan seakan malas turun dari ranjangnya. Namun kebutuhan hidup mengingatkannya untuk harus segera bangun beraktivitas. Olafia Davina bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta, sebagai Mahasswa dan HRD. Selain itu Ola juga memiliki hobby menulis novel. Olafia Davina anak tunggal dari Baskara dan Nindi Kusuma, lahir dari keluarga yang keras, sederhana. Olafia adalah orang yang pendiam, ceria sehingga waktu yang di miliki ia gunakan hanya di kampus, kantor dan di kontrakan. Bekerja,belajar, mendengarkan musik, berselancar di medsos. Dan jika bosan biasanya yang Olafia lakukan adalah memasak. dengan sikap introvert itu, Olafia suka menulis apa yang ada di imajinasi dan pikirannya. hingga akhirnya Olafia menjadi seorang novelist. kedua orang tuanya tidak pernah mengkhawatirkan dia, karena Olafia bukanlah anak yang nakal ia selalu berada di kampus, kontrakan dan di kantor . “ huftt andai saja aku terlahir di keluarga kaya, pasti aku tidak akan bangun sepagi ini. Huemmmm . . . sejuk sekali pagi ini, jadi kangen mama “ Kata Olafia pada diri sendiri Dengan malas Olafia berjalan masuk kamar mandi membawa handuk, tidak membutuhkan waktu lama untuk Olafoamandi. Karena Olafia tidak suka berada di dalamkamar mandi terlalu lama, apalagi pagi ini cuacanya sangat dingin. “ sepertinya aku harus membeli baju lagi, baju kantor ku sudah mulai kusam. “ kata Olafia di depan cermin sambil berdandan. Walau serasa berat hasratnya untuk berangkat ke kantor karena Susana sejuk cocok untuk bermalas – malasan, Olafia tetap memaksimalkan dandannya dengan mengcurly rambutnya Lima belas menit selesai berdandan, Olafia menaiki motor dan memanasi motor kesayangannya yang dia beli dari hasil menabung . setelah di rasa cukup, Olafia bergegas berangkat kerja, tidak lupa ia menyalakan music di mendengarkan musik pelan, untuk menambah moodnya. Dua puluh menit jarak kontrakan Olafia dengan kantornya. Sesampainya di kantor, Olafia selalu tampil tersenyum ramah dengan setiap para karyawan yang ia temui. Perusahaan di mana Olafia bekerja bukan perusahaan besar, melainkan menengah. Namun popular di Jakarta. “ cerah banget, bu HRD. “ kata Zalia sahabat kampusnya yang juga kebetulan bekerja di sana “ heemmmm haruslah, walau susana di luar tidak mendukung “ jawab Olafia “ kenapa, mau bermalas – malasan ?. inget tuh cician, ha . . . ha . . . “ kata Zalia dengan tertawa “ iya sih. Ya sudah sana bekerja, jangan mengganggu ku. Nanti mood ku jelek. “ kata Olafia “ baik Bu. “ canda Zalia sahabatnya “ dasar, tidak berubah ya. Selalu saja kocak. “ gumam Olafia setelah Zalia sahabatnya pergi Seperti biasa Olafia membuka email setiap pagi. “ ada apalagi ini ? “ gumam Olafia membaca email dari salah satu devisi marketing dan accounting. “ rapat hampir setiap hari, heran deh, kenapa sih mereka tidak bisa akur. Semangat Olafia Davina ! ” kata Olafia pada dirinya sendiri Rapat akan di mulai pukul sepuluh pagi, Olafia sudah menyiapkan materi devisi HRD. Dan jam sudah menunjukkan pukul sepuluh kurang sepuluh menit. “ ayo ayo, rapat – rapat ! “ kata bagian Accounting memberi komando “ Za, kenapa sih devisi kamu itu tidak bisa akur dengan bagian accounting ? “ kata Olafia “ gimana mau akur kalau kita di tuntut harus selalu memenuhi target, sementara bagian accounting selalu memberi budget minim. Puyeng enggak ?. kamu sih enak di kantor, urus karyawan saja. “ kata Zalia “ urus karyawan yang keluar masuk ? pusing tahu ! Belum juga tugas kampus belum kelar nih. " kata Olafia “ ya sudah kalau begitu sama. aku nebeng aja ya tugas kampusnya. He . . .he . . ." Kata Zalia dengan senyum nyengir dan menaikkan satu alisnya “ enak saja, enggak mau Aku. awas saja ya kalau nanti sampai tidak ada titik temu seperti kemarin – kemarin. Capek ini mulut komentar terus. “ kata Olafia “ selamat pagi “ sapa kepala Accounting bernama Dimas yang memimpin meeting “ pagi “ jawab semua karyawan yang ada di ruangan itu “ baik, terima kasih sudah bisa hadir di sini. Saya harap pagi ini kalian di penuhi semangat dan di penuhi ide – ide kretaif, agar meeting kita sukse. Sebelum memulai meeting, seperti biasa kita panjatkan doa terlebih dahulu agar meetingnya lancar. Mari berdoa.” Kata Dimas kepala Accounting “ Doa selesai. Baik kita mulai dari devisi marketing ya, karena yang memiliki kendala adalah marketing. Silahkan Zalia “ kata Dimas mempersilahkan Zalia untuk presentasi “ selamat pagi semua, terima kasih kawan – kawan sudah menyempatkan waktunya, tenaga dan pikirannya untuk berada di ruangan yang penuh solusi ini ya. “ kata Zalia santai dengan senyuman sehingga membuat yang lain juga tersenyum mendengar kata – katanya “ saya mewakili devisi marketing, ingin menyampaikan kendala kami yang selalu berada di budget. Jadi, kami bulan ini harus mengadakan even, agar produk kita penjualannya meningkat. dan even itu cukup lumayan menguras. Menguras tenaga, pikiran dan tentunya dana ya, Pak Zalia. Dan proposal juga sudah kami ajukan pada pak Zalia dan juga Pak Abimanyu selaku bos kita. Pak Abimanyu setuju dengan even tersebut. Namun dari Pak Dimas masih merasa keberatan. Jadi, budget yang ada di dalam even tersebut sudah sangat kita minimaliskan. Bahkan kita tidak melibatkan terlalu banyak jasa di luar. Itu dari saya, terima kasih “ kata Zalia senyum “ baik terima kasih Zalia, atas uneg – unegnya. Jadi bagian accunting sebenarnya tidak merasa keberatan, hanya saja kita juga menganalisis dari keuangan perusahaan kita untuk beberapa bulan ke depan. Jadi kalau kita mengeluarkan uang sebenarnya tidak sulit kalau keuangan kita sudah stabil untuk beberapa bulan. Untuk proposal yang sudah saya pelajari, saya ingin bertanya apakah tidak bisa di kurangi jumlah tenaga kasarnya ?. saya rasa itu terlalu banyak, nanti pekerjaan utama mereka terbengkalai karena even ini. Dari saya, akan kami keluarkan dana untuk tenaga borong saat even saja. Dengan budget tidak lebih dari yang sudah saya sampaikan kemarin. Olafia nanti bisa menyeleksi tenaga borongnya, dan Zalia bisa bantu untuk pos cari tenaga kerja borongnya. Gimana ? “ kata Dimas “ begitu juga boleh, tetapi harus yang benar – benar professional dan tanggung jawab. Karena even ini sepsial dari even yang sudah sudah. “ kata Zalia “ ok nanti saya akan meyeleksi, saya juga minta data yang spesif agar saya mengerti yang di cocok devisi marketing. “ kata Olafia singkat “ jadi gimana Zalia, dan yang lain ? setuju ? “ Tanya pak Dimas “ ya kami sepakat. “ jawab devisi marketing, HRD dan Accounting “ baiklah, kami akan siapkan budget itu. Dan untuk budget yang akan keluar dahulu nanti saya infokan ke Zalia. Baik terima kasih, meeting kita tutup dan selamat melanjutkan kerja kalian. “ kata Dimaa kemudian mereka bubar dan pergi ke ruangan masing – masing " Za, thanks ya sudah banyak bantu aku. " kata Olafia pada temen dekatnya di kampus " iya sama - sama. Eh iya Fi, aku dengar Tania sering pinjam barang – barang mu dan tidak di kembalikan ya ?. kamu itu jangan terlalu lembek. harus tegas, aku saja lihatnya tidak nyaman dengan dia. dia itu manfaatin kamu. " kata Zalia, saat Dian sedang ke toilet " ya aku tahu kok kalau dia manfaatin aku, Za " kata Olafia " lalu kenapa kamu biarkan saja dia pinjam barang – barang mu di kontrakan ? “ kata Zalia “ gimana ya, kamu tahu sendiri aku tidak tega dan dia juga satu – satunya teman ku selain kamu Za. Aku tidak bisa marah pada Tania dan juga kamu. Lebih baik kita kembali bekerja, okey ? “ kata Olafia. Olafia mulai mengerjakan apa yang sudah seharusnya ia kerjakan. Jam makan siang pun ia lewatkan hari ini, karena tidak ada nafsu makan. Sampai jam pulang tiba, Olafia membereskan mejanya lalu berjalan keparkiran. “ Fi !, tunggu “ panggil Zalia “ ada pa Za ? “ Tanya Olafia “ kamu tadi tidak makan siang , kenapa ?. hemat lagi ? “ Tanya Zalia “ tidak Za, Aku sedang tidak ingin makan saja. “ kata Olafia “ tapi kamu baik – baik saja kan ? kalau butuh bantuan bilang ya “ kata Zalia “ iam ok bawel. “ kata Olafia senyum “ hem . . , okelah hati – hati di jalan, Fi . “ kata Zalia “ aku beli baju sekarang apa besok ya ?. ehmmmm . . .sekarang saja deh. “ gumam Olafia kemudian menyalakan motornya untuk pergi ke Mall membeli baju. Sebenarnya ia malas beli baju di mall, karena tidak suka keramaian. Tapi terpaksa, karena kalau beli di pasar dia tidak pandai menawar. Olafia mengindari kemacetan ibukota Jakarta dengan melewati jalan tikus yang dia tahu. Dan sampailah dia di Mall. Ia memarkirkan motor kesayanganya kemudian turun masuk dalam lift. Saat keluar lift mata para lelaki tertuju padanya. Karena Olafia sangat cantik, sederhana dan kalem pembawaanya. Dengan rasa percaya diri ia memasuki outlet outfit kantoran. Dan tanpa basa – basi Olafia cepat membeli yang dia suka. Hanya beberapa yang ia beli kemudian langsung pulang. Namun bau harum masakan membuat perut Ola tergoda. Ola berhenti beberapa saat berpikir, makan atau tidak. dan akhirnya ia memutuskan untuk makan. Saat Ola membalikkan badan akan kembali ke outlet makan yang sudah ia lewati, seorang Pria dan beberapa bodyguardnya tanpa sengaja menabrak Ola. Sehingga Abira terjatuh. “ Auw ! “ teriak Ola yang sudah terjatuh di lantai “ upss maaf “ kata Pria itu lalau mengulurkan tangannya membantu Ola. Namun Ola mengabaikannya dan mengambil paperbag belanjaanya lalu pergi tanpa melihat pria itu. “ Nona ! “ panggil pria itu namun tak di hiraukan Ola “ huft ada – ada saja, pakai acara jatuh segala. Nafsu makan jadi hilang.” Kata Ola dalam hati yang sudah berada di dalam lift menuju parkiran, mengurungkan niatnya untuk makan. “ cari gadis itu, dan beri ganti rugi. Aku tidak ingin di anggap jahat. Di sini banyak cctv. “ kata pria itu pada bodyguardnya “ baik Bos. “ kata salah satu bodyguarnya segera mencari Ola Siapa pria itu ? dia adalah Bastian Keenan seorang anak CEO kaya. apa yang di lakukan dia di Mall karena dia memerlukan kemeja dan jas setelah terkena tumpahan es krim dari anak kecil tadi. Sementara dia harus bertemu Client secepatnya, tempat baju yang tedekat dengan dia akan meeting hanyalah Mall. Jadi dia terpaksa ke sana. Walau banyak mata memandangnya aneh, dia tidak perduli.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook