Johnny masih tertidur pulas, ia cukup lelah hari ini. Ellena berjalan menuju kamar Johnny, ia hendak membangunkan anaknya itu karena sudah terlalu lama dia tidur dan hari sudah mulai sore.
Ellena mulai menggoyahkan tubuh Johnny perlahan "Johnny! Bangun nak"
"Hmmm, masih mengantuk bu!"
Ellena menggelengkan kepalanya pelan "Ayah kamu udah pulang!"
Johnny tersentak kaget, lalu bangun dari tempat tidurnya. "Kenapa ibu gak bilang dari tadi?" Ia berjalan rusuh kearah pintu
"Dan ada tamu buat kamu!"
Johnny berhenti sejenak lalu menolehkan pandangannya kearah ibunya yang mulai membereskan kamar tidur Johnny. "Siapa?"
"Keluarga Sarah!"Deg, rasanya semangat Johnny yang tadi hilang sekejap mengapa anak itu selalu mengganggunya. "Huh, dia lagi? Kenapa dia kesini bu?"
Ellena berdiri tegak lalu memandangi Johnny serius "Apa yang ingin dilakukan gadis gila itu?"
Ellena menggeleng cepat karena kelakuan anak semata wayangnya. "Mengganggu Johnny lagi? Huh, menyebalkan!" Desis Johnny semakin kesal
"Eits kenapa kamu geer sih? Mama dan papanya Sarah itu teman terdekat ibu sama ayah! Makannya mereka main kesini, kepedean banget kamu gak jauh beda deh sama ayah!"
Kening Johnny berkerut "Apa sih! Ibu juga jadi nyebelin kaya ayah setelah kenal gadis gila!"
"Sudahlah Johnny yang benar saja! Cepat pergi ke sana dan bersikap sopan kepada mereka"
Johnny melangkahkan kakinya pasrah, ia kira hari ini akan menjadi hari yang baik karena ayahnya pulang membelikan skeatboard baru, nyatanya kisah itu takkan baik jika ada Sarah didalamnya.
Beberapa menit berlalu, langkah kaki Johnny sudah menuju anak tangga, ia melihat ke bawah melihat Sarah dan Nando yang sedang bercengkerama dengan ayahnya. "Ya tuhan keluarga jahat itu sudah mengelabui ayah!" Desisnya pelan
"Eh Johnny" ujar Sarah yang membuat semua orang yang berada di ruangan sana langsung melihat kearah tangga, Johnny pun tersenyum kaku, akankah dia kuat menjalani ini?
Johan memandangi anaknya itu "Cepat kesini John! Kenalan dulu sama keluarga om Nick"
Johnny mengangguk paham lalu segera menuju kesana, Johnny duduk di samping ayahnya. "Johnny udah kenal ko"
Johan menatap anaknya itu serius "Beneran?"
"Iya Johan, waktu itu anak lo main ke rumah gue!"
"Oh iya! Gue lupa"
Nick menggelengkan kepalanya "Dasar lo!"
"Sayang, aku mau ke atas ya? MenyusulEl terus mau masak!" Nick mengangguk mengiyakan lalu Seli pergi meninggalkan mereka semua
Johan memandangi Johnny yang nampak malas "Kenapa? Bukannya kamu suka ya sama Sarah?"
"Eh, apa sih yah!"
Nick tersentak kaget "Beneran ya John?"
"Eh anu om!"
"Jujur aja sama om! Om dukung ko! Dukung banget" ujarnya bersemangat
"Bukan Johnny yang suka dad, si Sarah ni yang kecentilan sama Johnny!" Jawab Nando cepat
Nick menatap Sarah curiga "Ah sudahlah Nick, namanya juga masa SMA!"
"Haha iya ya, kita dulu juga begitu ya? Joo koleksi twenty one pilots udah banyak belom?"
Johan melipat tangan didadanya "Banyak!"
"Gue mau liat"
"Ya sudah yuk!" Jawab Johan lalu melangkah kan kakinya pergi, diikuti oleh Nick di belakangnya. "Gue ngerasa muda lagi bro!" Tambah Nick "Ya, apalagi kalo ada si Alfi! Eh lo tau gak anak si Alfi? Temen Johnny juga!"
"Tau lah, kemarin juga gue ketemu sama si Alfi lagi bawa bayi bulenya jalan-jalan, keseringan si Alfi jadikan banyak anaknya!"
"Siapa yang lo sebut sering? Anak lo juga udah dua!" Ejek Johan
Nick hanya tersenyum "Eh, kalian tunggu disini ya? Jangan pada berantem! Nando!" Tegas Nick memandangi Nando tajam
"Ya! Emang Nando orok!" Gusar Nando sebal
Johnny membuang nafasnya berat seberat beban hidupnya setelah Sarah hadir. "Johnny! Dimana dapur?"
Johnny menunjuk kearah dapur tanpa berkata apa pun "Anter dong cecem! Aku mau masak buat Johnny!"
Johnny melangkahkan kakinya malas "Asik!" Semangat Sarah mengikuti Johnnydi belakang
"Hah adik gue emang gila!" Desis Nando yang lalu kembali memainkan handphone nya.
Setelah sampai didapur, Johnny segera membalikkan badannya berniat untuk pergi meninggalkan Sarah. Tangan Sarah secepat kilat menggenggam lengan Johnny "Apalagi?"
Sarah memandang Johnny seakan takut kehilangannya "Temenin dong! Sarah takut!"
Johnny mengangguk, entah kenapa ia menyetujuinya. Johnny hanya duduk santai sambil memainkan handphone nya, disamping Sarah yang sedang memasak
"Aku buatkan ini khusus untukmu!" Semangat Sarah
Entahlah, tiba-tiba hati Johnny terbuka sedikit tanpa disadari olehnya tipe cewek favorit Johnny ada padanya "jago masak”
"Hah? Apa?" Tanya Sarah
"E-engga"
Sarah menatapi Johnny curiga "Ahh jujur dong Johnny! Tadi Johnny bilang jago masak? Ke Sarah kan?"
"Apa sih!"
Wajah Johnny tiba-tiba saja memerah "Lho? Ko wajah Johnny merah? Ihh makin lucu deh!" Sarah mendekatkan wajahnya kearah Johnny, seakan-akan Johnny nyaman diperlakukan seperti ini oleh Sarah.
Sarah menjauhkan wajahnya lagi lalu kembali melanjutkan aktivitas memasaknya.Kenapa ini terasa berbeda? Sarah, sebenarnya apa kau ini? Gumam Johnny sambil menatapi gadis itu terpukau.
Johnny duduk di sampingSarah, ia masih menatapi gadis itu aneh, Sarah yang sedang menyuapi Johnny penuh kasih sayang dan entah kenapa Johnny ingin dekat dengannya sekarang ini.
"Kenapa aku begini? Rasanya aneh sekali tiba-tiba aku merasa nyaman dengannya, dia yang bisa masak makanan seenak ini rasanya melebihi masakan ibu, aku kira dia hanya bisa menyeloteh dan terus menggangguku" guraunya dalam hati
Sarah masih tekun menyuapi Johnny "Johnny yang bener dong makannya! Jangan ngelamun mulu!" Teriak Sarah sebal
Johnny hanya menatapi nya datar "Ya ampun sikap kamu masih aja sama! Gak berubah!" Desis Sarah menunduk sebal
"Sudah kenyang!" Ujar Johnny lalu pergi meninggalkan Sarah
Nando datang lalu duduk di samping "Sudahlah Sarah, hati batu gak perlu dilelehkan!"
Sarah nampak berpikir "Aku masih menyukainya! Sarah gak bisa ngehilangin rasa ini!" Teriak Sarah
Nando memegangi bahu Sarah erat, menatap wajahnya dengan seserius mungkin. "Lo pilih dia! Atau abang lo?" Ia lalu melepaskannya dan pergi meninggalkan Sarah.
Sarah masih menunduk pikirannya masih melayang ke mana-mana "Benar bang! Ini sama sekali tidak ada hasilnya" desisnya pelan
Kelas.
Johnny mencuri pandangannya kebangku Sarah yang masih kosong. "Kenapa aku malah memikirkannya" desisnya pelan
Lukas dan Karel menatapi Johnny di belakangnya heran. "Kenapa rel? Bukannya memang seperti itu"
Karel mengangguk "Benar, dia tidak berubah" desisnya pelan sambil tersenyum
"Padahal gue rasa, Sarah sudah berjuang! Dia berusaha jadi baik buat Johnny ia berusaha membuang sikap buruknya, kalo gue diposisi Johnny pasti gue udah nembak Sarah!"
Karel tersenyum "Sudahlah, dia akan sadar nanti!"
Tak lama kejadian itu, Sarah datang diikuti Ananda dan Bella di belakangnya, dengan tas nya yang dibawakan oleh Bella dan Ananda yang membawa kipas guna untuk mengipasi Sarah.
Karel dan Lukas menganga melihat kejadian itu, begitu juga dengan Johnny. Karel dan Lukas duduk disamping Johnny. "John! Payah lo, sekarang Sarah yang dulu sudah kembali! Nyebelin banget, Seenggaknya waktu dia naksir lo sikapnya sedikit berubah 30 derajat" Desis Karel pelan
Johnny melihat kejadian ini sungguh tak percaya, namun lagi-lagi ia memilih untuk tak peduli sama sekali meski hatinya berkata lain.Sarah menatapi Johnny datar seperti ada yang ia pikirkan tentang Johnny namun beberapa detik berlalu ia membuang wajahnya sombong.
"Uwhhh! Sudah gue duga" desis Karel, Lukas menatapi Johnny yang masih terlihat sangat datar.
"Apa lo?" Gerutu Sarah memandangi Karel sinis
"Santai dong cantik!" Ujar Karel memandangi Sarah dengan senyuman nakalnya, lagi-lagi Sarah membuang muka.
Karel berbisik pada Johnny "John! Sarah buat gue aja?" Deg, mata Johnny tak berkedip ia tak percaya dengan ucapan Karel barusan.
Lukas melihat kejadian ini mulai memahami bagaimana isi hati Johnny, Karel memukul bahu Johnny pelan membuat lamunan Johnny pecah. "Ha-Ha santai bro! Gue bercanda!" Teriak Karel sambil tertawa
Lukas masih melihat Johnny dalam-dalam ia semakin memahami segalanya. "Bukan urusan gue" desis Johnny lalu pergi meninggalkan mereka
Kantin
Pelajaran bahasa Indonesia berlangsung di kantin, ya seperti biasa tugasnya hanya meresensi buku.
Seperti biasa Johnny duduk di sampingKarel dan Lukas, sahabat karibnya. "Gue bosen banget materinya muter-muter terus!" Celoteh Karel
Lukas hanya diam dan masih mengerjakan, begitu juga dengan Johnny yang terlihat diam namun karena dirinya masih berkelahi dengan pikirannya. Ko rasanya sepi, terasa ada yang hilang Aarrghh seharusnya lo lebih tenang Johnny! gerutu nya dalam hati.
Johnny berdiri lalu meminta ijin untuk ke toilet, rasa sakit dikepalanya tiba-tiba muncul karena ia sering memikirkan gadis gila."John! Gue ikut ah!" Teriak Karel yang kemudian berdiri dari kursinya
Johnny memandanginya datar "Gue bukan cewek rel!" Desisnya sebal lalu pergi
Karel pun memilih duduk kembali didekat Lukas "Buat apa sih ganggu dia?" Gerutu Lukas
"Hah, kali aja dia bisa kasih Sarah ke gue!" Jawab Karel terobsesi
Lukas memandangi Karel serius "Lo beneran pengen ke Sarah?"
Karel mengangguk lalu menggeleng "Entahlah lo tau kan gue cuma main cewek"