37. Sumpah Demi Langit Dan Bumi

1223 Words

"A-apa kau bilang? Bagaimana bisa?" tanya Ikosagon terkejut. Bagaimana bisa Theona hilang di pusat perbelanjaan sedangkan wanita itu bukan anak kecil. Namun, kabar itu mampu membuat Ikosagon seperti disambar petir untuk yang kedua kalinya. "Dua jam yang lalu Nyonya ke toilet dan--" "Aku ke sana sekarang!" potong Ikosagon dingin. Dengan raut yang memerah menahan amarah, Ikosagon berbalik dan keluar. Kini, jantungnya tidak bisa dikendalikan lagi. Rasa takut kian menyeruak dan hampir membuatnya sesak nafas. Pantas saja, tadi pagi ia merasa sangat berat untuk meninggalkan Theona. Rasanya seperti akan kehilangan wanita itu jika ia pergi. Dan sepertinya, perasaan itu memang menjadi sebuah tanda bahwa ia benar-benar akan kehilangan istrinya. "Aku mohon, Tuhan!" bisik Ikosagon dalam hati. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD